Protokol Kesehatan Uni Eropa, Siap Jalankan Olimpiade!

Uni Eropa dan Jepang mendukung penyelenggaraan Olimpiade dengan protokol kesehatan yang aman dan terjamin agar dapat berjalan dengan baik. “Kami mendukung penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 bersama cara yang aman dan terjamin musim panas ini sebagai lambang persatuan global dalam mengalahkan Covid-19,” kata Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga sesudah bertemu petinggi EU Ursula von der Leyen dan Charles Michel pada Kamis (27/5/2021).

Beberapa wilayah Jepang berada dalam kondisi darurat melonjaknya kasus Covid-19 dan beberapa besar warga Jepang menentang penyelenggaraan Olimpiade musim panas ini. Penyelenggara melarang Kedatangan pirsawan berasal dari luar negeri yang baru kali ditunaikan dalam peristiwa Olimpiade. Keputusan untuk pirsawan domestik barangkali disampaikan akhir Juni nanti. Dalam obrolan tautan video itu, Ketua Komisi Eropa von der Leyen meyakinkan “kami menantikan Olimpiade”.

Dia berharap otoritas Uni Eropa mengekspor kurang lebih 100 juta dosis vaksin ke Jepang sebagai “tanda sungguh-sungguh kami mendukung persiapan apa pun untuk Olimpiade dan keamanan Olimpiade ini.” Jepang adalah importir vaksin terbesar berasal dari Uni Eropa, namun pihak berwenang di negara ini dikritik atas lambatnya tingkat inokulasi yang memicu negara ini tertinggal berasal dari negara maju lainnya.

Protokol Kesehatan Dari Uni Eropa, Dalam Menghadapi Kasus Covid-19

Negara-negara Uni Eropa (UE) mulai bersiap mengakses kembali kunjungan wisatawan global Juli 2021. Sebelumnya selama setahun terakhir, perjalanan berasal dari beberapa besar negara di luar UE dibatasi untuk menghimpit penyebaran Covid-19. Saat ini Komisi Eropa, tepatnya cabang eksekutif UE sudah mengajukan proposal untuk melonggarkan pembatasan perjalanan ke negaranya.

Ketentuan itu tidak hanya berlaku bagi mereka yang singgah berasal dari negara bersama kondisi epidemiologi yang baik, namun terhitung semua orang yang sudah menerima dosis vaksin paling akhir yang disarankan berasal dari vaksin resmi Uni Eropa. Adapun tersebut beberapa perihal yang kudu diperhatikan untuk datang ke negara di Eropa:

Turis asing diberi izin asal menerima vaksin yang disetujui Uni Eropa

Penting untuk diperhatikan bahwa vaksin yang di terima wisatawan asing kudu disetujui European Medicines Agency, seperti vaksin Moderna, Pfizer/BioNTech, dan Johnson & Johnson. Bisa juga, vaksin yang di terima kudu disetujui oleh sistem daftar penggunaan darurat WHO.  Hal tersebut dikarenakan terdapat salah satu kota yang memiliki 2 benua antara Eropa dengan Asia.

Warga berasal dari negara yang terpapar varian virus Covid-19 tidak diperbolehkan masuk

Munculnya varian virus Covid-19 akhir-akhir ini mengakibatkan kegalauan dalam pembukaan negara Uni Eropa. Oleh karena itu, Komisi mengusulkan mekanisme “rem darurat”. Rem darurat yang dimaksud yakni disaat kondisi epidemiologis negara non-UE memburuk bersama cepat dan khususnya kalau varian virus Covid-19 terdeteksi di negara tersebut.

Negara bagian bisa segera menangguhkan pas semua perjalanan berasal dari luar negara UE. Tidak hanya itu, negara-negara bagian pun tidak berikan izin masuk bagi para wisatawan berasal dari negara-negara yang terpapar varian virus Covid-19, meski warga sudah menerima vaksin.