Negara Uni Eropa Melarang Warga Inggris Untuk Berkunjung

Uni Eropa Melarang Warga Inggris – Warga Inggris tak lagi bisa dengan bebas bepergian ke negara-negara Uni Eropa sebab hukum keamanan Covid-19. Ini terjadi sesudah Inggris keluar dari blok Uni Eropa (Brexit) pada 1 Januari 2021. Berdasarkan laporan Financial Times, larangan hal yang demikian akan mulai berlaku sebab negara Norwegia memiliki banyak destinasi wisata dengan keamanan pandemi Covid-19 yang memperbolehkan perjalanan free di dalam Uni Eropa akan stop berlaku untuk Inggris sesudah selesainya jangka waktu transisi Brexit.

Negara Uni Eropa Melarang Warga Inggris Untuk Berkunjung

Komisi Eropa mengatakan Hungaria dan Kroasia tak termasuk dalam daftar hal yang demikian serta delapan negara non-UE, seperti Singapura, Australia dan Selandia Baru, ditempatkan dalam daftar negara ketiga yang aman. “Kami tak bisa mengomentari keputusan yang bisa diambil oleh negara komponen lain mengenai problem kesehatan masyarakat, ” kata seorang juru bicara Pemerintah Inggris merespons laporan hal yang demikian.

Seperti dikutip Pikiran-rakyat dari Sputnik News. “Kami mengambil pendekatan ilmiah berbasis risiko untuk langkah-langkah kesehatan di perbatasan, dan tentu saja demi kepentingan seluruh negara untuk memungkinkan perjalanan internasional yang aman dikala kami keluar dari pandemi,” tambah pemerintah Inggris.

Keputusan Uni Eropa Melarang Warga Inggris Baru Saja Ditetapkan

Wisatawan dari Inggris akan tetap diizinkan untuk mengunjungi situs sbobet mobile setelah 31 Desember 2020 dengan pengecualian tertentu, termasuk untuk diplomat, alasan keluarga yang penting, dan beberapa pekerja negara ketiga yang berkualifikasi tinggi. Sementara, warga negara Eropa yang tinggal di Inggris Raya akan terus diizinkan masuk , serta warga Inggris yang tinggal di Uni Eropa. Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sepakat bahwa ‘keputusan tegas’ tentang masa depan pembicaraan Brexit harus diambil pada akhir pekan.

UE dan Inggris belum mencapai kesepakatan pasca-Brexit secara umum karena perbedaan definisi level playing field, serta masalah pengelolaan dan kontrol perairan penangkapan ikan, dimana kedua belah pihak dilaporkan setuju untuk menyerahkan tidak lebih dari 20 persen dari saham saat ini. Dikarenakan tenggat waktu 31 Desember 2020 untuk periode transisi semakin dekat, ada kekhawatiran bahwa negosiasi mungkin berakhir dengan skenario tanpa kesepakatan, yang berarti bahwa UE dan Inggris harus berdagang sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).